Integritas
Salah satu alasan banyak orang bergumul dengan soal-soal integritas adalah bahwa mereka cenderung melihat keluar diri mereka untuk menjelaskan kekurangan-kekurangan dalam karakternya. Padahal pengembangan integritas adalah urusan batin. Pelajari 3 kebenaran berikut tentang integritas yang bertentangan dengan pemikiran umum:
1. Integritas tidak ditentukan oleh keadaan sekitar.
Memang benar cara kita dibesarkan dan keadaan sekitar kita mempengaruhi jati diri kita, terutama saat kita masih kecil. Tetapi semakin bertambah usia, kita semakin banyak membuat pilihan-pilihan- entah baik entah buruk. Dua orang bisa dibesarkan dilingkungan yang sama, bahkan dirumah yang sama, tetapi yang satu akan memiliki integritas sementara yang lain tidak. Keadaan sekitar anda itu hanya seperti cermin yang memantulkan karakter anda. Yang anda lihat dalam cermin hanyalah pantulan dari jati diri anda yang sebenarnya.
2. Integritas tidak didasarkan atas dokumen pengakuan.
Di zaman kuno, para pembuat bata, para pengukir dan seniman lainnya menggunakan simbol untuk menandai karya mereka. Simvol yang digunakan masing-masing mereka itulah karakternya. Nilai karyanya sebanding dengan keterampilannya dalam menghasilkan karya itu. Dan hanya kalau kualitasnya karyanya tinggi, maka karakternya dihargai. Kalau karyanya buruk, maka karakternyapun dipandang buruk.
Demikian pula dengan kita di zaman sekarang. Karakter datang dari jati diri kita. Tetapi sebagian orang suka dinilai bukan dari jati dirinya, melainkan dari gelar-gelar yang telah diraih atau kedudukan mereka pegang, terlepas dari sifat karakter mereka sendiri. Hasrat mereka adalah mempengaruhi orang lain dengan bobot dokumen-dokumen pengakuan mereka dari pada kekuatan karakternya. Namun dokumen pengakuan tidak akan pernah dapat meraih apa yang hanya dapat diraih oleh karakter.
3. Integritas tidak boleh dikacaukan dengan reputasi.
Tentu reputasi yang baik itu berharga. Raja Salomo dari israel kuno pernah berkata, " Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar." Tetapi reputasi yang baik itu ada karena mencerminkan karakter sesorang. Bila reputasi yang baik itu ubarat emas, maka memiliki integritas itu ibarat memiliki tambang emasnya. Jangan terlalu resah tentang apa yang dipikirkan orang lain dan arahkan perhatian anda pada karakter batin anda.
1. Integritas tidak ditentukan oleh keadaan sekitar.
Memang benar cara kita dibesarkan dan keadaan sekitar kita mempengaruhi jati diri kita, terutama saat kita masih kecil. Tetapi semakin bertambah usia, kita semakin banyak membuat pilihan-pilihan- entah baik entah buruk. Dua orang bisa dibesarkan dilingkungan yang sama, bahkan dirumah yang sama, tetapi yang satu akan memiliki integritas sementara yang lain tidak. Keadaan sekitar anda itu hanya seperti cermin yang memantulkan karakter anda. Yang anda lihat dalam cermin hanyalah pantulan dari jati diri anda yang sebenarnya.
2. Integritas tidak didasarkan atas dokumen pengakuan.
Di zaman kuno, para pembuat bata, para pengukir dan seniman lainnya menggunakan simbol untuk menandai karya mereka. Simvol yang digunakan masing-masing mereka itulah karakternya. Nilai karyanya sebanding dengan keterampilannya dalam menghasilkan karya itu. Dan hanya kalau kualitasnya karyanya tinggi, maka karakternya dihargai. Kalau karyanya buruk, maka karakternyapun dipandang buruk.
Demikian pula dengan kita di zaman sekarang. Karakter datang dari jati diri kita. Tetapi sebagian orang suka dinilai bukan dari jati dirinya, melainkan dari gelar-gelar yang telah diraih atau kedudukan mereka pegang, terlepas dari sifat karakter mereka sendiri. Hasrat mereka adalah mempengaruhi orang lain dengan bobot dokumen-dokumen pengakuan mereka dari pada kekuatan karakternya. Namun dokumen pengakuan tidak akan pernah dapat meraih apa yang hanya dapat diraih oleh karakter.
3. Integritas tidak boleh dikacaukan dengan reputasi.
Tentu reputasi yang baik itu berharga. Raja Salomo dari israel kuno pernah berkata, " Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar." Tetapi reputasi yang baik itu ada karena mencerminkan karakter sesorang. Bila reputasi yang baik itu ubarat emas, maka memiliki integritas itu ibarat memiliki tambang emasnya. Jangan terlalu resah tentang apa yang dipikirkan orang lain dan arahkan perhatian anda pada karakter batin anda.
Label: Integritas




0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda